Wisata Alam di Air Terjun Temponan Atas

Provinsi NTB merupakan salah satu daerah yang menjadi tujuan wisata dengan potensi dan karakteristik wilayah yang khas berupa wilayah perairan, pegunungan  maupun potensi ekosistemnya yang menarik. Sejalan dengan perkembangan kebutuhan pariwisata alam, maka kawasan hutan yang memiliki gejala keunikan alam, keindahan alam, keanekaragaman flora dan faunanya sangat potensial untuk dikembangkan sebagai objek dan daya tarik wisata alam, disamping sebagai wahana penelitian, pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan.

Langkah awal untuk mengembangkan wisata alam di dalam kawasan hutan yaitu melakukan identifikasi objek-objek wisata alam yang terdapat di dalam kawasan hutan dengan tujuan mengumpulkan data dan informasi mengenai pemanfaatan/pengelolaan yang telah/belum dikembangkan pada kawasan tersebut, sarana dan prasarana penunjang yang ada pada lokasi wisata alam dan permasalahan yang terjadi pada pengelolaan kawasan tersebut.

Salah satu objek wisata alam yang baru dikembangkan yaitu Air terjun Temponan Atas atau dikenal juga dengan nama Tiu Tiding. Air terjun ini terletak di Desa Genggelang, Kec. Gangga, Kab. Lombok Utara. Berada dalam wilayah kelola Balai KPH Rinjani Barat Pelangan Tastura, pada hutan lindung kelompok hutan Gunung Rinjani.

Untuk sampai ke lokasi air terjun, dari kota mataram menempuh jarak ± 25 Km ke Desa Genggelang, Kec. Gangga, Kab. Lombok Utara. Dengan kondisi jalan yang baik bisa ditempuh dengan waktu sekitar 1,5 jam. Kemudian dari Desa Genggelang, bisa ditempuh dengan kendaraan bermotor ke Dusun Tepos Kujur ± 4 Km dengan kondisi jalan sebagian beraspal dan sebagian pengerasan dengan rabat beton. Dari dusun menuju ke air terjun hanya bisa dilalui dengan motor. Kondisi jalan tanah sejauh ± 5 Km. Jalan ini biasa dilalui masyarakat untuk mengakut hasil kebun berupa buah-buahan.  Selanjutnya akan diteruskan dengan berjalan kaki ± 500 m lagi menelusuri jalan setapak yang cukup curam untuk sampai ke air terjun.

Kondisi tegakan kawasan hutan ketika mulai menuju lokasi berupa kebun campuran. Tanaman kehutanan ditanam bersama dengan tanaman MPTS seperti kopi, coklat, durian kemudian juga tanaman buah seperti pisang dan salak. Pada lokasi sekitar air terjun kondisi tegakan masih alami dan rapat.

Daya tarik wisata utama yang bisa dinikmati berupa air terjun dengan tinggi ± 60 m di ketinggian 721 mdpl. Di bawahnya terdapat kolam yang bisa digunakan sebagai tempat pemandian. Aktivitas wisata yang bisa dilakukan disini yaitu forest tracking, wisata agro, berkemah, dan fotografi.

Air terjun Temponan atas mulai dikenal sejak awal tahun 2016. Sampai dengan saat ini pengelolaan yang dilakukan baru sebatas oleh masyarakat sekitar. Masyarakat yang tergabung dalam pokdarwis tepos kujur baru menyediakan papan penunjuk berupa baliho kecil dan beberapa papan nama untuk memberitahukan lokasi air terjun. Tersedia juga jasa pemandu dengan menggunakan motor, karena jalan yang harus dilalui memliki banyak cabang dan belum dilengkapi penunjuk jalan. Untuk memandu ini dikenakan biaya Rp 50.000/motor.

Dari hasil wawancara dengan kepala desa Genggelang, beliau sangan mengharapkan adanya bantuan dari pemerintah dalam mengembangkan lokasi wisata ini. Tapi dalam pengembangannya diharapkan agar bisa berkontribusi secara nyata bagi peningkatan pendapatan desa. Diharapkan ada pola kerjasama yang saling menguntungkan dengan pihak desa.

Air terjun Temponan atas dengan keindahannya sangat berpotensi untuk dikembangkan. Beberapa jenis wisata bisa dilakukan antara lain, wisata agro dimana para pengunjung bisa menikmati buah-buahan yang ditanam masyarakat seperti salak, pisang dan durian di sepanjalan menuju air terjun. Selain itu tegakan yang masih alami bisa menunjang wisata tracking bagi yang memiliki minat khusus. Juga lokasi yang indah bisa menunjang kebiatan fotografi alam.

Untuk menunjang aktifitas wisata tersebut perlu pengadaan berbagai sarpras, karena sampai saat ini berlum ada sarpras yang memadai. Jalur jalan yang belum memiliki banyak petunjuk sehingga membingungkan, jalan setapak menuju air terjun yang cukup curang dan berbahaya, fasilitas kebersihan, fasilitas istirahat bagi pengunjung sama sekali belum ada. Juga perlu adanya kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui peningkatan kapasitas sebagai pemandu maupun penyedia fasilitas bagi pengunjung. (lil)

One comment

  1. Keren…adminx langsung turun ke lapangan jadi informasi ttg potensi jasa lingkungan wisata alam padat dan memberikan banyak informasi. Bravo admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *