RAPAT TEKNOLOGI PENGELOLAAN SAMPAH DENGAN ANGGOTA DPR RI KOMISI VII

Pada tanggal 5 Agustus 2017, bertempat di kantor Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTB, Kepala Dinas LHK menerima kunjungan dari Dr. H. Kurtubi, SE, M.Sp, M.Sc Anggota Komisi VII. Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan dan kunjungan Dr. H. Kurtubi, SE, M.Sp, M.Sc pada masa reses sidang DPR RI di kantor DLHK Provinsi NTB pada tanggal 9 Juni 2017 yang membahas mengenai permasalahan sampah dan energi di Provinsi NTB. Pada pertemuan kali ini lebih spesifik membahas solusi alternatif pengelolaan sampah serta kemungkinan pengembangannya menjadi sumber energi dan pupuk.

Pertemuan dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTB, (Ir. Madani Mukarom, Bsc.F, M.Si). Dalam sambutannya Kepala Dinas LHK Provinsi NTB menyatakan, dalam upaya pengelolaan sampah apapun kondisinya, entah itu menguntungkan atau tidak dari sisi bisnis, pemerintah harus tetap hadir untuk mengatasi permasalahan sampah. Untuk itu pemerintah Provinsi NTB berkomitmen untuk mendorong setiap inovasi maupun teknologi yang dapat mengatasi permasalahan sampah secara cepat dan tuntas namun tentunya tetap berdasarkan aturan yang berlaku.

Dalam pertemuan tersebut hadir bersama Dr. Kurtubi Kepala Balitbang KESDM (Dr. Sutijastoto) beserta tim ahli dari Dewan Riset Nasional dan ITB untuk memperkenalkan suatu inovasi teknologi pengelolaan sampah yang disebut Teknologi Fermentasi Kontinyu.

Dalam paparannya, tim dari DRN Balitbang KESDM dan ITB menjelaskan beberapa keunggulan dari teknologi ini antara lain menganut prinsip ramah lingkungan (Green Zero Waste); teknologinya sederhana; terjangkau dan merupakan produk bangsa sendiri; namun memiliki prospek bisnis yang menjanjikan bila dikelola dengan skala komersial. Beberapa produk yang dihasilkan yaitu gas metan untuk pembangkit listrik, pupuk dan briket arang. Semuanya merupakan produk yang dibutuhkan di NTB.

Hadir pula dalam pertemuan tersebut Kepala Dinas ESDM Prov. NTB dan tim Puslitbangtek EBTKE NTB, dan para undangan dari Dinas LH Kab/Kota Se Pulau Lombok serta beberapa orang praktisi lingkungan dan juga dari media massa (RRI Mataram). Pertemuan diwarnai dengan berbagai pertanyaan, tanggapan dan masukan seputar kemungkinan pengembangan teknologi ini di NTB. (uyuk)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *