SAKA WANABAKTI NTB BANGKIT KEMBALI

Saka Wanabakti Adalah salah satu Satuan Karya Pramuka yang merupakan wadah Pendidikan di bidang Kehutanan dan lingkungan hidup bagi anggota Pramuka agar mereka dapat membantu, membina dan mengembangkan kegiatan pelestarian sumber daya alam dan lingkungan hidup, sebagai baktinya terhadap pembangunan masyarakat bangsa dan negara.

Pembentukan Saka Wanabakti diawali dengan penandatangan piagam kerjasama Kwartir Nasional Gerakan Pramuka dengan Departemen Kehutanan pada tanggal 27 Oktober 1983 oleh Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Let. Jen TNI (Purn) Mashudi dan Menteri Kehutanan Kabinet Pembangunan III Republik Indonesia Dr. Soedjarwo dan selanjutnya ditetapkan dengan Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka No.134 Tahun 1983 pada tanggal 10 Desember 1983. Pimpinan Saka Wanabakti kemudian ditetapkan dan dilantik oleh Wakil Presiden RI, Umar Wirahadikusamah, pada kesempatan Upacara Puncak Penghijauan Nasional di Desa Pipit, Karang Asem-Bali pada tanggal 19 Desember 1983 yang sampai saat ini tanggal tersebut sebagai lahirnya Saka Wanabakti.

Dalam rangkaian peringatan HUT Saka Wanabakti di NTB, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTB dengan dukungan UPT Kementerian bersama dengan Pengurus Pinsaka Wanabakti Daerah NTB menyelenggarakan pelantikan Pengurus Pimpinan Saka Wanabakti Daerah NTB pada Hari Selasa tanggal 26 Desember 2017. Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan perkemahan bakti dan pengenalan krida bagi anggota baru Saka Wanabakti pangkalan Mataram. Turut mendukung kegiatan tersebut Kwartir Daerah Gerakan Pramuka NTB dan Pengurus Pimpinan Saka Wanabakti Cabang Kota Mataram.

Pelantikan tersebut dihadiri oleh unsur dari Kwarda Gerakan Pramuka NTB antara lain Kak Drs. H. Ahmad Hadi, SH (Waka Kwarda Bidang Binawasa) yang biasa disapa Kak Mad, Kak Dr. H.M. Natsir, SH. M. Hum (Waka Kwarda Bidang Organisasi dan Hukum, Kak Drs. H. Zainul Islam, MM (Waka Kwarda Bidang Keuangan dan Sarpras), Kepala Sekretariat Kwarda, Kak Alfi Chalidyanto dan beberapa kakak-kakak pengurus lainnya. Tutur hadir dalam pelantikan tersebut adalah Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani dan Kepala Balai KPH Rinjani Barat Pelangan Tastura, Kapolsek Narmada dan perwakilan dari Koramil, Desa Suranadi, Pinsaka daerah dari berbagai Saka di NTB serta dari SMK Kehutanan Qomarul Huda.

Kegiatan yang dilaksanakan antara lain Pengenalan Krida melalui ceramah, diskusi dan berbagai game menarik yang bertujuan untuk membangun pemahaman tentang kehutanan dan membangun kebersamaan. Peserta didik dikenalkan dengan hutan, flora dan fauna yang ada di dalamnya.

Dalam kegiatan pelantikan, Kak Mad menyampaikan amanat bahwa pada era Tahun 1980 an dan 1990 an, Saka Wanabakti merupakan salah satu Saka terbaik di NTB. Hal ini harus dikembalikan sebagaimana era tersebut.”Melihat semangat hari ini, saya yakin kejayaan itu akan kembali” paparnya di tengah guyuran gerimis yang mengiringi pelantikan di tengah areal camping ground TWA Suranadi.

Hal ini sejalan dengan arahan Kepala Dinas LHK NTB, Ir. Madani Mukarom, M. Si atau yang biasa disapa Kang Dani dalam berbagai kesempatan menegaskan bahwa Dinas LHK NTB beserta UPT Kementerian LHK di NTB siap mendukung upaya pengembangan generasi muda, utamanya di bidang kehutanan melalaui Saka Wanabakti. Beliau yang sekaligus merupakan Ketua Majelis Pembimbing Saka Wanabakti NTB telah mengamanahkan kepada seluruh KPH di NTB agar secara intensif berkoordinasi dengan Kwarcab Gerakan Pramuka di masing-masing wilayahnya dan mendorong pembentukan Pinsaka Wanabakti Cabang serta melakukan pembinaan yang baik terhadap anggota SWB yang ada di sekitarnya.

Ketua Pinsaka Wanabakti Daerah NTB yang baru dilantik menyebutkan bahwa di tingkat lapangan, kegiatan SWB tetap berjalan namun memang pebinaan belum dilakukan secara terstruktur oleh instansi kehutanan, terlebih sejak kewenangan pengelolaan hutan beralih dari pemerintah kabupaten ke pemerintah provinsi. “Kami targetkan pembentukan Pinsaka Wanabakti Cabang pada setiap kabupaten dapat terbentuk pada Tahun 2018, ungkapnya optimis. Akan kami perkuat pembinaan tersebut dengan fokus pada aspek kelembagaa, aspek teknis, aspek sosial dan pada aspek wirausaha, ungkapnya. Kami ingin agar generasi muda semakin mencintai lingkungan dan hutan melalui kegiatan ini.

Firman menyatakan bawah SWB NTB siap bangkit lagi. Kebangkitannya mengacu pada filosofi lambang SWB yang menggambarkan Pohon dan akarnya, Warna dasar cokelat yang melambangkan tanah yang merupakan tempat tumbuh makhluk hidup. “Saka Wanabakti NTB akan bangkit dengan berorientasi pada pengkaderan sehinga tidak akan ada lagi kevakuman dalam hal pembinaan, pungkasnya. (fir)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *