Rapat Pembahasan Draft RPHJP KPHP Brang Beh (Unit XI)

Rapat Pembahasan Draft RPHJP KPHP Brang Beh (Unit XI) yang merupakan bagian dari BKPH Orong Telu Brang Beh bertempat di ruang rapat Laboratorium Lingkungan pada Jum’at tanggal 13/04/2018. Adapun stakeholder yang terlibat antara lain Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Bidang PH, BKPH Ropang, BKPH OTBB, BPKH Wilayah 7 Denpasar, Tim Penyusun dari Universitas Mataram.

Rapat ini dilaksanakan untuk membahas draft RPHJP yang telah disusun. Dimana tim punyusun membutuhkan masukan dalam penyusunan RPHJP ini. Adapun maksud dari dokumen RPHJP adalah Memberikan arahan dalam pembangunan dan pengelolaan hutan di KPHP Brang Beh (Unit XI) secara sistematis dan terlembaga sehingga pengelolaan hutan dapat dilakukan secara efektif dan eifisien. RPHJP KPH Brang Beh ini bertujuan sebagai Landasan operasional bagi pengelola KPHP Brang Beh (Unit XI) dalam melakukan kegiatan pengelolaan hutan sesuai dengan tugas dan fungsinya selama kurun waktu 10 (sepuluh) tahun dan Pedoman atau panduan dalam operasionalisasi kegiatan pengelolaan hutan bagi pengelola KPHP Brang Beh (Unit XI), para pemegang ijin dan para pihak menuju pengelolaan hutan berkelanjutan.

Tahapan-tahapan dalam penyusunan RPHJP KPHP Brang Beh (Unit XI) yaitu dimulai dengan inventarisasi biofisik dan sosial ekonomi masyarakat. Drafting : Diskusi dengan Stakeholder, pembahasan awal draft-0, pertemuan lanjutan. Dilanjutkan dengan konsultasi publik dan finalisasi berupa penilaian, perbaikan dan pengesahan.

Potensi yang akan di kembangkan dalam RPHJP KPH Brang Beh antara lain, Potensi Hasil Hutan Kayu (HHK) : Kelicung, Rajumas, Bajur, Sengon, Nyatoh, Terep/salam, Kayu kuning/kayu liaga. Potensi Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) : Madu hutan, Rotan, Bambu, Kayu manis, Kopi. Potensi Jasa Lingkungan (Wisata Alam) : Lanskap bentang alam, Air terjun dan Wilayah pesisir (pantai).

Kondisi sosial ekonomi masyarakat sekitar kawasan Masyarakat yang berbatasan langsung dengan wilayah kelola KPHP Brang Beh (Unit XI) meliputi masyarakat dari 7 (tujuh) desa yang tersebar di 1 (satu) kecamatan (Lunyuk); Belum ada ijin pemanfaatan hutan untuk kelompok masyarakat; Interaksi antara masyarakat dengan kawasan hutan cukup tinggi, khususnya dalam dalam pemungutan hasil hutan bukan kayu (HHBK), seperti; madu, rotan, bambu, dan kemiri. Fakta saat ini masyarakat banyak yang membudidayakan tanaman jagung di kawasan hutan KPHP Brang Beh (Unit XI).

Visi yang ingin dicapai dalam periode RPHJP ini adalah Terwujudnya kelestarian sumberdaya hutan melalui pengusahaan hasil hutan yang berkelanjutan dan meningkatnya kesejahteraan masyarakat sekitar kphp brang beh melalui skema kemitraan kehutanan. Adapun misinya yaitu:

  1. Memantapkan penataan kawasan hutan KPHP Brang Beh seluas 57.813,65 ha menjadi blok dan petak pengelolaan sehingga pemanfaatan hutan secara lestari dapat dilaksanakan;
  2. Melaksanakan perlindungan, rehabilitasi dan konservasi hutan untuk meningkatkan kualitas sumberdaya hutan dan daya dukung DAS di wilayah KPHP Brang Beh;
  3. Melaksanakan kegiatan pemberdayaan masyarakat sekitar hutan dalam pengelolaan hutan dengan skema Perhutanan Sosial;
  4. Meningkatkan nilai tambah ekonomi dan daya saing pengusahaan hasil hutan, jasa lingkungan, dan wisata alam;
  5. Mewujudkan kemandirian pengelolaan hutan melalui pembangunan core business berbasis komoditi dan jasa hasil hutan, dibawah iklim usaha yang kondusif dan nyaman dengan skema kemitraan kehutanan bersama masyarakat dan pihak ketiga; dan;
  6. Mewujudkan lembaga pengelola yang professional dan mandiri didukung oleh SDM yang memiliki integritas dan kompetensi. (frk)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *