Tahura Nuraksa, Destinasi Wisata Alam Baru di Pulau Lombok

Taman Hutan Raya (Tahura) Nuraksa adalah satu-satunya Kawasan Konservasi di NTB yang kewenangan pengelolaannya merupakan tanggung jawab Pemerintah Provinsi NTB. Kawasan konservasi yang umum dikenal oleh masyarakat, seperti: Taman Nasional, Taman Wisata Alam, Cagar Alam, Suaka Margasatwa, kesemuanya itu kewenangan pengelolaannya berada di pemerintah pusat. Oleh karenanya, Tahura Nuraksa dapat dikatakan sebagai sebuah peluang sekaligus tantangan bagi Pemerintah Provinsi NTB. Peluangnya adalah bagaimana menjadikan Tahura Nuraksa sebagai sebuah potensi sumberdaya alam yang dapat mendukung upaya pelestarian keragaman hayati (biodiversitas) daerah, peningkatan kesejahteraan masyarakat dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pengelolaan obyek wisata alam berupa panorama bentang alam, air terjun, goa, dan kebun agroforestri yang terdapat di Tahura Nuraksa. Adapun tantangannya adalah memastikan bahwa Pemerintah Provinsi NTB mampu mengelola Tahura Nuraksa dengan profesional dan berkelanjutan agar keberadaan Tahura Nuraksa sebagai kawasan konservasi yang merupakan benteng pertahanan terakhir keragaman hayati daerah dapat terjaga dan lestari.

Lokasi Tahura Nuraksa berjarak ± 30 km dari ibukota Provinsi NTB (Kota Mataram) yang dapat ditempuh dengan menggunakan kendaraan roda dua dan roda empat sekitar ± 45 menit dengan kondisi jalan beraspal. Secara administratif, wilayah Tahura Nuraksa seluas 3.155 ha terletak di Desa Pakuan dan Desa Lebah Sempaga Kecamatan Narmada Kabupaten Lombok Barat serta Desa Karang Sidemen Kecamatan Batukliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah.

Tahura Nuraksa memiliki potensi wisata alam yang menarik untuk dikunjungi dan dinikmati sebagai ajang rekreasi, diantaranya; 1) Air Terjun Segenter yang memiliki ketinggian ± 25 m dengan kolam yang terbentuk secara alami dan air yang jernih dan telah ditetapkan sebagai salah satu Geosite Geopark Rinjani, 2) Goa Pengkoak yang dialiri air sering disebut sebagai goa air oleh masyarakat. Selama ini Goa Pengkoak rutin dikunjungi oleh umat Hindu di Lombok sebagai lokasi ziarah, 3) medan yang menarik dan menantang untuk kegiatan olah raga sepeda gunung maupun motor trail sambil menikmati berbagai jenis vegetasi dan satwa liar yang terdapat di Tahura Nuraksa, 4) koleksi satwa berupa rusa, kelinci, dan berbagai jenis burung. Untuk menambah kepuasan pengunjung, Balai Tahura Nuraksa juga memfasilitasi beberapa atraksi wisata, seperti; 1) wisata berkuda dan patroli gabungan bekerjasama dengan Brigade Satwa Turangga Polda NTB, 2) area camping ground untuk kegiatan jungle survival dan wisata edukasi, 3) patroli/safari malam hari mengelilingi Kawasan Tahura Nuraksa bersama personil pengaman hutan (pamhut), 4) kesenian musik Cilokaq yang sarat dengan pesan-pesan moral yang disampaikan dengan maksud menghibur.

Sejak resmi dibuka pada awal bulan April 2018, Tahura Nuraksa sebagai salah satu destinasi wisata alternatif baru di Pulau Lombok sudah mulai banyak dikunjungi oleh wisatawan lokal maupun mancanegara. Tercatat rata-rata per minggunya sebanyak ± 75-100 wisatawan berkunjung ke obyek wisata yang terdapat di Tahura Nuraksa khususnya ke obyek wisata air terjun Segenter dan sekitarnya. Untuk menunjang kenyamanan pengunjung, Balai Tahura Nuraksa di tahun 2018 ini giat melakukan penataan kawasan dan pembangunan infrastruktur, seperti; 1) perbaikan kondisi jalan menuju lokasi air terjun Segenter, 2) pembangunan selfie point, 3) pemasangan papan interpretasi sebagai penunjuk jalan menuju lokasi Tahura Nuraksa, 4) penataan lokasi parkir kendaraan bermotor pengunjung, dan 5) pengayaan koleksi berbagai jenis tanaman langka dan satwa liar.

Kawasan Tahura juga Nuraksa memiliki keanekaragaman hayati (biodiversitas) baik flora dan fauna yang cukup tinggi. Beberapa jenis fauna yang terdapat dan masih dapat dijumpai di Tahura Nuraksa, antara lain; rusa (Cervus timorensis), kera (Macaca fascicularis), lutung (Trachypithecus auratus), babi hutan (Sus scrofa), ular hijau ekor merah (Trimeresurus albolabris), ular sanca (Phyton reticulatus), biawak (Varanus salvator), landak (Hystricomorph hystricidae), musang (Paradoxurus hermaphroditus), kucing hutan (Felis planiceps), ayam hutan (Gallus sp), burung koak-kaok (Philemon buceroides), burung punglor (Zoothera leucolaema), burung kecial (Zosterops sp), cabai lombok (Dicaeum maugei), celepuk rinjani (Otus jolanodea). Adapun jenis flora yang dimiliki Tahura Nuraksa, yaitu; mahoni (Swietenia mahagoni), kesambi (Scleria oleosa), klokos (Syzygium javanica), sonokleing (Dalbergia latifolia), beringin (Ficus indica), rajumas (Duabanga moluccana), buak oda (Planchonella nitida), garu (Lansium sp), sengon (Paraserianthes falcataria), kemiri (Aleurites moluccana), durian (Durio zibethinus), nangka (Artocarpus integra), anggrek hutan (Cymbidium simulans), paku gunung (Pteris sp.), pakis hutan (Angiopteris evecta).

Itulah beberapa informasi tentang Tahura Nuraksa. Sebagaimana pepatah bijak mengatakan tak kenal maka tak sayang, oleh karena itu, ayo ramai-ramai berkunjung ke Tahura Nuraksa dan bersama-sama turut melestarikan keberadaan Tahura Nuraksa kebanggaan NTB sebagai benteng pertahanan terakhir dalam upaya melestarikan dan meningkatkan keanekaragaman hayati daerah. Kunjungan anda merupakan aksi nyata dalam mendukung pembangunan Tahura Nuraksa untuk pelestarian keanekaragaman hayati dan peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar. (cia)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *