Bintek Pengambilan Sampel Karbon

Pemanasan global adalah suatu proses meningkatnya suhu rata-rata permukaan bumi (atmosfer, laut, dan daratan). Pemanasan global disebabkan oleh efek gas rumah kaca, yaitu meningkatnya konsentrasi gas-gas di atmosfir yang menyebabkan panas dari radiasi sinar matahari tersimpan dipermukaan bumi. Gas-gas yang menyebabkan terjadinya efek gas rumah kaca utamanya yaitu uap air, karbon dioksida, metana,nitrogin dioksida, dan CFC. Dampak dari pemanasan global telah menyebabkan terjadinya perubahan iklim yang ekstrim, misalnya : sering terjadi banjir karena curah hujan yang terlalu tinggi, kekeringan berkepanjangan karena musim kemarau yangp anjang, dan suhu permukaan bumi yang semakin panas.

Untuk menghadapi terjadinya perubahan iklim yang disebabkan oleh pemanasan global, ada dua hal yang perlu dilakukan yaitu: adaptasi dan mitigasi. Adaptasi adalah upaya yang dilakukan untuk mengantisipasi dampak perubahan iklim yang sudah atau mungkin akan terjadi; misalnya dengan menemukan bibit unggul tanaman pangan yang tahan terhadap suhu tinggi, tahan kekeringan, tahan salinitas, tahan genangan,dan beremisi rendah. Sedangkan mitigasi adalah upaya untukmengurangi emisi gas rumah kaca yang merupakan sumber penyebab terjadinya pemanasan global; misalnya dengan cara memperbanyak penanaman dan pemeliharaan pohon, mengurangi penebangan pohon, serta tidak melakukan pembakaran besar-besaran.

Hutan yang terdiri dari pohon-pohon merupakan komponen terbesar yang mampu menyerap dan menyimpan karbon. Dengan membangun dan sekaligus melindungi hutan artinya ini adalah sebuah tindakan untuk mengurangi efek yang ditimbulkan dari perubahan iklim. Dengan demikian diharapkan adanya pengurangan dampak perubahan iklim yang terjadi saat ini. Untuk keperluan pelaporan emisi karbon dari hutan, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Nusa Tenggara Barat saat ini sudah mampu menghasilkan data untuk komponen biomasa sebagai bagian dari pool karbon hutan. Untuk kepentingan pelaporan emisi karbon hutan, inventarisasi stok karbon berulang secara periodik (time series data) diperlukan. Melihat rancangan plot contoh Dinas LHK Provinsi NTB saat ini, yang terdiri dari Permanent Sample Plot (PSP) yang diukur ulang secara periodik setiap 5 tahun.

Untuk meningkatkan kualitas SDM dalam pengambilan sampel karbon tersebut, Dinas LHK Prov. NTB mengadakan bimbingan teknis yang dimaksudkan untuk memberikan pemahaman tentang teknis lapangan. Kegiatan Bimbingan Teknik Pengambilan Sampel Karbon dibagi dua tahap yakni teori dan praktek dengan narasumber dari LSM Transform. Praktek lapangan dilaksanakan di kawasan hutan Tahura Nuraksa. Adapun peserta adalah petugas teknis dari 11 Balai KPH, Balai Tahura Nuraksa dan staf Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi sebanyak 35 orang.

Materi yang disampaikan dalam bimbingan teknis tersebut yaitu: 1) Pembuatan plot contoh; 2) Pengambilan sampel cadangan karbon tumbuhan atas (semai, pancang, tiang pohon); 3) Pengambilan sampel cadangan karbon tumbuhan bawah, serasah, pohon mati dan kayu mati; dan 4) Pengukuran karbon pool tanah. Dengan materi tersebut, peserta diharapkan akan mampu : (1) Mendapatkan data stok karbon hutan dari pool karbon, yaitu: a) above ground (tumbuhan berkayu dan tumbuhan bawah);b) below ground; c)kayu mati; d) Seresah; serta e) Tanah dan (2) Mendapatkan data sumber daya hutan lainnya, antara lain: stok kayu, keragaman jenis tumbuhan berkayu dan hasil hutan non kayu (rotan dan bambu).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *