KTH Harapan Bersama Mengikuti Lomba Wana Lestari Nasional

Dalam rangka penilaian Wana Tani Tingkat Nasional Tahun 2018 untuk kategori Kelompok Tani Hutan atau Kelompok Tani Penghijauan (KTH/KTP), Tim Penilai dari Pusat Penyuluhan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan bersama dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTB melakukan kunjungan ke Kelompok Tani Hutan Harapan Bersama yang terletak di Desa Sugian, Kec. Sambelia, Kab. Lombok Timur. KTH Harapan Bersama merupakan juara Wana Lestari Tingkat Provinsi NTB Tahun 2018 yang kemudian diusulkan untuk mengikuti Lomba Wana Lestari Tingkat Nasional.

Penghargaan Wana Lestari diberikan sebagai apresiasi dan penghargaan baik oleh pemerintah pusat maupun daerah terhadap dukungan dan partisipasi masyarakat luas dalam upaya rehabilitasi/ konservasi sumberdaya alam. Pemberian penghargaan ini didasarkan atas prestasi yang dicapai dalam berbagai kegiatan yang berkaitan dengan upaya rehabilitasi lahan dan konservasi sumberdaya alam. Dengan adanya penghargaan ini diharapkan dapat terus memacu dan meningkatkan motivasi dan partisipasi masyarakat dalam mensukseskan kebijakan prioritas pembangunan bidang kehutanan.

KTH Harapan Bersama yang berlokasi di Desa Sugian, Kec. Lombok Timur, berada pada wilayah kerja Balai KPH Rinjani Timur. Sejak bulan Maret 2015 tim pendamping masyarakat KPH Rinjani Timur mendampingi masyarakat Desa Sugian dalam proses pembentukan dan pengukuhan kelompok serta rangkaian kegiatan kemitraan lainnya seperti pengukuran lahan hingga penanaman bibit sengon laut. Pada bulan April 2015 terbentuklah KTH Harapan Bersama dengan jumlah anggota 102 Kepala Keluarga. Luas areal yang dikelola oleh KTH Harapan Bersama kurang lebih 126,7 Ha. Kawasan tersebut masuk dalam blok Wilayah Tertentu KPH Rinjani Timur yang dalam Rencana Pengelolaan Hutan Jangka Panjang (RPHJP) KPH Rinjani Timur Tahun 2014-2023 dirancang sebagai Kawasan Kemitraan.

Kegiatan KTH Harapan Bersama yang mendukung pembangunan kehutanan antara lain, rehabilitasi lahan kritis, perlindungan mata air, pembangunan DAM penahan, pencegahan illegal logging, pencegahan perambahan kawasan hutan, pencegahan kebakaran hutan, pemasangan papan himbauan serta patroli bersama petugas KPH. Kegiatan pengembangan KTH yang pernah diikuti oleh anggota kelompok antara lain yaitu pelatihan pengolahan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) jambu mete, sosialisasi pembersihan lahan tanpa pembakaran, dan sosialisasi peraturan perundangan terkait larangan perambahan hutan.

Untuk kegiatan usaha kelompok dilakukan dalam bentuk usaha pembibitan, pengembangan tanaman agroforestri dan tanaman bawah tegakan, dan usaha pengolahan produk Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK). Kegiatan usaha tersebut didukung dengan kemitraan dalam bentuk modal usaha dan pemasaran produk oleh mitra usaha. Usaha pembibitan menyediakan bibit antara lain sengon laut, nangka, gmelina, gaharu dan alpukat. Untuk kegiatan agroforestri, sebelumnya pada lahan tersebut telah terdapat tanaman mete kemudian tahun 2015 dilakukan penanaman tanaman sengon laut dengan jarak tanam 5×3 m dipadukan dengan tanaman pertanian seperti padi, jagung dan tembakau serta tanaman bawah tegakan seperti kunyit, jahe, temulawak, ubi ungu dan labu kuning. Ditahun 2017 dilakukan pengkayaan tanaman dengan jenis gaharu, alpukat, nangka dan gmelina. Usaha pengolahan produk HHBK berupa produksi biji mete, pengemasan madu alam dan pengolahan hasil tanaman bawah tegakan menjadi berbagai aneka produk makanan dan minuman. Peningkatan pendapatan kelompok dari kegiatan usaha ini sekitar 25 – 50 % dan saat ini KTH telah memiliki tabungan kelompok yang diperoleh dari hasil usaha.

Keberhasilan upaya pengembangan KTH Harapan Bersama dalam tiga tahun terkahir, diikuti dengan berkembangnya kelompok binaan baru yaitu KTH Pada Pacu, KTH Kuang Telu, KTH Senggalih Jaya dan KTH Beriuk Maju. Diharapkan keberhasilan tersebut bisa terus menjadi contoh bagi usaha pemberdayaan masyarakat melalui pengelolaan kawasan hutan secara lestari. (qoni/jml)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *