Persiapan Calon Lokasi Kemitraan Kehutanan Gapoktanhut Anamina Bersinar

Perhutanan sosial adalah program legal yang membuat masyarakat bisa turut mengelola hutan dan mendapat manfaat ekonomi. Mensukseskan program kegiatan Perhutanan Sosial Kementerian LHK dalam pemerataan ekonomi dan mengurangi ketimpangan melalui tiga pilar yakni lahan, kesempatan usaha dan sumber daya manusia. Salah satu skemanya ialah Kemitraan Kehutanan.

Dalam memenuhi terwujudnya skema tersebut maka harus ada syarat dan ketentuan yang harus dipenuhi salah satunya lokasi dan kelompok masyarakat yang akan melakukan kemitraan tersebut. Pada kesempatan ini, Balai Kesatuan Pengelolaan Hutan Ampang Riwo Resort Banggo melakukan fasilitasi dan pendampingan kepada kelompok tani hutan calon Kemitraan Kehutanan.

Tim yang dipimpin oleh Kasi P2HPM Ampang Riwo Bapak Kusmarihadi, S.Hut melakukan kegiatan fasilitasi & pendampingan Calon Kemitraan Kehutanan Gapoktanhut Anamina Bersinar dengan memberikan pembinaan kelompok dan penataan Blok serta petak yang akan di mitrakan (3/09/2020)

“Calon lokasi kemitraan Anamina Bersinar berada pada kawasan hutan produksi terbatas dan kawasan hutan lindung dengan petak HPT-261, HPT-262,HPT-263 untuk fungsi hutan produksi terbakar dan petak HL-157 untuk fungsi hutan lindung. RTK 43 Riwo (50L 0646265, 9053455) Desa Anamina, kec. Manggela, kab. Dompu.” Jelas kasi P2HPM.

Sembari Kasi P2HPM memberikan pembinaan kelompok tani hutan Anamina Bersinar, sebelumnya beliau telah membagi tugas kepada anggotanya yang tidak ikut dalam pembinaan untuk melakukan pengukuran lokasi. “Kami sampaikan kepada kelompok terkait prosedur dan apa itu Kemitraan Kehutanan pada Perhutanan Sosial.”

“Nantinya hasil dari pengukuran ini akan menjadi dasar dan acuan dalam pelaksanaan kegiatan Kemitraan Kehutanan oleh kelompok yang nantinya akan tertuang pada Naskah Kesepakatan Kerjasama (NHK)” tambahnya. Beliau juga berpesan kepada masyarakat KTH Anamina Bersinar.

“Teman-teman masyarakat KTH juga memiliki kewajiban dalam menjaga dan merawat alam dengan melakukan penanaman pohon jenis MPTS agar dapat dimanfaatkan hasil hutannya selain kayu seperti kemiri, nangka, alpokat, jambu mente dll.” Terkait pengukuran/pemetaan lokasi, tim didampingi langsung oleh masyarakat KTH secara bergantian pada masing-masing lahan garapan.

“Tak hanya sekedar pengukuran lahan, kami juga melakukan pendataan potensi kekayaan alam pada masing-masing lahan untuk nantinya dapat kami jadikan data base pemantauan lokasi” ungkapnya. Sesuai dengan ketentuan yang ada pada skema Kemitraan Kehutanan, masing-masing Anggota KTH menggarap lahan maksimal seluas 2Ha untuk 1 (satu) Kepala Keluarga / Kartu Keluarga.

Kasi P2HpM bapak Kusmarihadi berpesan dan mengajak serta menghimbau kepada masyarakat Anggota KTH untuk “Tidak melakukan kegiatan perambahan maupun pembukaan lahan dalam kawasan hutan dan ikut serta dalam menjaga kelestarian hutan sebagai warisan baik bagi anak cucu kita” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *