Sambut World Cleanup Day, KTK Pujut Sasar TWA Gunung Tunak

Karang Taruna Kecamatan (KTK) Pujut tahun ini kembali ambil bagian dalam gerakan mulia yang diperingati secara serentak di seluruh dunia dan di laksanakan setiap tahun pada bulan September itu. Gerakan tersebut ialah gerakan bersih-bersih sampah yang dilakukan berbagai pihak dalam rangka memperingati “World Cleanup Day” Hari Bersih-bersih Dunia yang jatuh pada setiap tanggal 21 September. Tahun lalu, KTK Pujut menggelar WCD tersebut di pantai bagian barat wilayah kecamatan ini. Yakni Pantai Mawun, Desa Tumpak, dimana dalam aksi tersebut KTK Pujut melibatkan ratusan masyarakat sekitar.

Tahun ini, tepatnya pada hari Sabtu (19 September 2020), KTK Pujut menggelar aksi WCD di Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Tunak yang dikelola oleh Balai KSDA NTB. Kegiatan tersebut juga dirangkaikan untuk membuka akses baru menuju salah satu destinasi wisata di kawasan tersebut.

Kegiatan yang di ketuai oleh Sri Anom Putra Sanjaya itu, didukung juga oleh berbagai pengurus Karang Taruna Desa (KTD) yang ada di Kecamatan Pujut. Adapun aksi itu mengambil Tema “Aksi Nyata Ciptakan Destinasi Percontohan Bebas Covid-19”. Tujuannya tak lain ialah untuk menunjukkan kepada publik bahwa kawasan wisata TWA Gunung Tunak siap di kunjungi dengan tetap mematuhi protokol kesehatan Covid-19.

Ketua KTK Pujut, Sri Anom Putra Sanjaya menyampaikan bahwa konsep WCD tahun ini berbeda dibandingkan dengan pelaksanaan tahun lalu. Tahun ini pihaknya merangkaikan WCD dengan berbagai kegiatan lainnya seperti kemah ceria dan bakar ikan yang di isi dengan diskusi terkait lingkungan. Acara tersebut juga di hadiri oleh Majelis Pertimbangan KTK Pujut, Rata Wijaya.

“Konsep pelaksanaan WCD ini dari tahun ke tahun berbeda. Untuk tahun ini agendanya tidak hanya berkemah dan bersih pantai saja, tapi juga untuk mendapatkan data yang akan dikirim ke pusat melalu Divers Clean Action (DCA),” jelasnya.

Dikatakan Anom bahwa, data yang dikirim ke DCA merupakan data berupa sampah yang ada di dalam kawasan tersebut yang mana pihaknya mengkategorikan menjadi beberapa kategori sampah. Seperti sampah kiriman dan sampah masyarakat. Yang jelas, salah satu program dari Bidang Lingkungan Hidup KTK Pujut ini rutin setiap tahun digelar dan bakal terus digalakkan ke depannya. Tidak hanya itu, makna dari pelaksanaan kegiatan ini juga terus dikampanyekan kepada masyarakat karena Kecamatan Pujut itu merupakan kawasan pariwisata, tentu masyarakat wajib menjaga kebersihan. “Kita berharap program seperti ini menjadi salah satu program prioritas KTD yang ada di Kecamatan Pujut,” harapnya.

Demikian juga diutarakan Yakup Jawara, Koordinator Bidang Lingkungan Hidup KTK Pujut bahwa kegiatan di bidang lingkungan hidup ini merupakan kegiatan yang rutin diselenggarakan setiap tahun dibeberapa titik di Kecamatan Pujut. Namun dengan tekhnis dan konsep yang berbeda-beda. Itu semua dipersembahkan untuk memberikan yang terbaik bagi pariwisata daerah. Terutama kawasan wisata yang ada di Kecamatan Pujut.

“Kami laksanakan program ini secara konsisten dengan melibatkan berbagai pihak. Baik komunitas maupun pemerintah desa yang ada di Pujut. Namun dengan tekhnis-tekhnis yang berbeda seiring bertambahnya inovasi-inovasi pemuda,” akunya.

Ketua Panitia WCD KTK Pujut, Tri Wahyudi selaku perwakilan dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan NTB juga mengatakan bahwa dipilihnya lokasi TWA Gunung Tunak sebagai lokasi WCD tahun ini karena di anggap sesuai dengan produk wisata yang di minati dalam musim Covid-19 ini yakni wisata alam. “Kami memilih lokasi TWA Gunung Tunak karena beberapa pertimbangan. Salah satunya untuk pemerataan, artinya tahun lalu kita di desa wilayah Pujut bagian barat, tahun ini wilayah timur,” jelas Yudi.

Yudi juga merincikan bahwa, beberapa jenis dan kategori sampah yang telah dibersihkan tersebut telah di cek dan dicatat. Termasuk brand atau mereknya, nanti pihaknya akan kirim ke pusat melalui DCA yang merupakan lembaga pemerhati laut yang konsen memerangi persoalan sampah di laut Indonesia.

“Kami pastikan secara rinci dan kami timbang beratnya berapa. Sehingga kita punya data di kawasan ini dan sampah yang kami kumpulkan sejumlah 210 Kilogram. Khusus yang akan di daur ulang sejumlah 33 Kg,” sebutnya. “Mari kita berbuat baik mulai dari hal yang sederhana, itu sudah sebuah kebaikan yang kita lakukan secara tidak sadar terhadap lingkungan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *