Bike To Waste Dusun Loco, Kolaborasikan Zero Waste dan Desa Wisata

Kolaborasikan Program unggulan Zero Waste dan Desa Wisata untuk mewujudkan misi NTB Asri dan Lestari yang diikhtiarkan Pemprov NTB melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB. Dengan program rutin ‘Bike to Waste’ setiap Jum’at nya, Dinas LHK NTB bekerjasama dengan PLN, PLTUD Jeranjang, Pemerintah Desa, Komunitas Cinta Lingkungan, dan masyarakat setempat kompak melakukan aksi bersih-bersih di berbagai titik timbunan sampah sekitar Kota Mataram dan saat ini mulai melebar ke wilayah Kabupaten Lombok Barat. Seperti yang telah dilakukan hari ini, Jum’at lalu Tanggal 2 Oktober 2020, di Dusun Loco, Senggigi, Kec. Batu Layar, Kabupaten Lombok Barat.

” Kegiatan Ini merupakan sinergitas antara program unggulan Zero Waste dan Desa Wisata. Untuk membangun embrio Desa bersih di wilayahnya masing-masing,” jelas Firmansyah, Kepala Bidang Pengolahan Sampah dan Pengendalian Pencemaran Lingkungan Dinas LHK NTB.

Kegiatan di Dusun Loco ini, dituturkan Firmansyah, merupakan inisiatif dari masyarakat, kepala dusun bersama warga yang datang langsung ke kantor Dinas LHK NTB menyampaikan kondisi sampah di disekitar lingkungannya. Berdasarkan laporan tersebut, Dinas LHK NTB bersama rombongan sembari bersepeda ‘Bike to Waste’ dating, membantu dan menyelesaikan masalah tetsebut.

Lebih jauh Kang Firmans panggilan akrabnya menjelaskan, di Dusun Loco juga sudah sediakan tempat sampah khusus untuk sampah organik dan sampah anorganik yang ada di pintu masuk dusun. Untuk sampah plastik akan dijemput langsung oleh Dinas LHK NTB sedangkan untuk sampah organik, masyarakat kedepannya akan diberikan pelatihan untuk mengolahnya menjadi kompos ataupun pellet dengan memanfaatkan lalat tentara hitam. Kompos tersebut nantinya akan diarahkan ke hotel-hotel atau bisa digunakan langsung oleh masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, Mandang Safruddin selaku salah seorang staff enginering PLTUD Jeranjang juga menjelaskan. Sampah dapat menjadi pellet dan sebagai bahan bakar alternatif, dimana sebanyak 3% bahan bakar pellet dan bisa dicampur dengan batubara.

“Kami memiliki 3 (tiga) mesin pembangkit, Setidaknya kami membutuhkan pelet sampah sebanyak 15 ton persatu hari untuk satu mesin pembangkit. Hanya saja dengan keterbatasan saat ini kami baru mempergunakan 1 (satu) mesin dengan sumber bahan bakar pelet sampah,” jelas Safruddin.

Pelet tidak hanya diboiler, lanjut Mandang Safrudin, tetapi masyarakat juga bisa menjadikannya sebagai bahan bakar kompor jika nanti sudah diberikan pelatihan cara mengolahnya. PLTUD Jeranjang sendiri telah bekerjama dengan Dinas LHK NTB, dimana TPA Kebun Kongok menyediakan sampah organik dan akan diolah menjadi pelet. “Harapan kedepan semoga ikhtiar ini sesuai dengan program pemerintah yakni zero waste sehingga pemerintah dan PLN dapat terus berkesinambungan,” harapnya.

Kadus Dusun Loco, M. Munawar, di akhir kegiatan mengaku sangat senang dengan kehadiran Dinas LHK NTB dalam kegiatab “Bike to Waste” ini. Ia merasa sangat terbantu untuk bisa sama-sama membersihkan lingkungan. “Warga dari tadi pagi sangat antusias untuk berpartisipasi sampai warga yang tinggal di pinggir hutan ikut turun membersihkan sampah,” jelas Kadus.

Kadus juga menuturkan, sampah-sampah yang kebanyakan ada di Dusun Loco merupakan buanagan dan terbawa angin. Dusun Loco sendiri telah rutin melakukan aksi bersih-bersih tetapi sampah seringkali datang lagi dan lagi. Sehingga dengan adanya program “Bike to Waste” ini, Kadus Munawir berharap dapat dijadikan contoh oleh instansi-instansi yang lain dalam membantu masyarakat untuk menggalakkan kebersihan di desanya masing-masing.

Diakhir kegiatan Kang Firman berpesan “Mari rubah mindset yang menganggap kalau sampah itu tanggungjawab Pemerintah, yang benar itu ialah “Sampahmu Tanggung Jawabmu” mari mulai dari sekarang dari diri kita dan rumah tangga kita.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *