DISLHK NTB

Website Resmi Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTB

Kegiatan

Polhut Dinas LHK NTB Adakan Kegiatan Psikotest Untuk Tingkatkan Mutu SDM

Polisi kehutanan merupakan salah satu pihak yang bertanggung jawab atas pengamanan hutan dari bahaya perusakan hutan. Tugas pokok polisi kehutanan adalah menyiapkan, melaksanakan, mengembangkan, memantau, dan mengevaluasi serta melaporkan kegiatan perlindungan dan pengamanan hutan serta peredaran hasil hutan.

Dalam rangka untuk meningkatkan mutu dan kapasitas Polisi Kehutanan (POLHUT) dalam pelaksanaan tugas di wilayah kawasan hutan Provinsi NTB, Dinas LHK NTB menyelenggarakan kegiatan psikotest bagi POLHUT diseluruh wilayah Tahura dan BKPH Se-Provinsi NTB. Pelaksanaan psikotest ini diselenggarakan untuk mendapatkan lisensi Penguasaan Pinjam Pakai Senjata Api (Pengpin) bagi POLHUT Lingkup Dinas LHK NTB.

Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Kamis (29/7) yang dibuka oleh Kepala Bidang Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam (Ahmad Ripai, SP., M.Si) dan didampingi oleh Kepala Seksi Penegakkan Hukum (Astan Wirya, SH., MH) dan Kepala Seksi Perlindungan dan Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Iwan Jayadi, S.Hut., M.Si). Sebanyak 90 peserta yang diwakili oleh Polisi Kehutanan dan Pejabat Struktural Balai Kesatuan Pengelolaan Hutan (BKPH) dan Tahura Se-Provinsi NTB mengikuti kegiatan ujian psikologi ini.

Guna terselenggaranya kegiatan psikotest yang aman dan kondusif dimasa pandemi Covid-19 ini, pihak penyelenggara membagi lokasi pelaksanaan ujian menjadi 3 kelompok diantaranya : (1) Kelompok I berlokasi di Ruang Pertemuan Utama Dinas LHK NTB (sebanyak 30 orang), (2) Kelompok II berlokasi di Ruang Rapat Laboratorium Lingkungan Hidup (sebanyak 30 orang) dan (3) Kelompok III berlokasi di Ruang Rapat Gakkum (sebanyak 30 orang). Peserta juga diharapkan tetap menggunakan masker selama proses kegiatan berlangsung.

Tes Psiko merupakan kegiatan wajib yang sifatnya critical, esensial dan melekat bagi perorangan Polisi Kehutanan. Melalui kegiatan ini, polisi kehutanan dituntut agar dapat bekerja secara selektif, profesional dan proporsional dalam penggunaan sarana dan prasarana senjata api di tempat penugasan wilayah masing-masing.

LEAVE A RESPONSE

Your email address will not be published. Required fields are marked *