Mengusung Konsep Circular Economy, Dinas LHK NTB Mengunjungi Kebun Bunga Van Flower di Lombok Timur

Salah satu peran pemerintah dalam mensupport usaha Bank Sampah adalah dengan membantu menghubungkannya dengan para offtaker produk-produk dari Bank Sampah. Hari ini, Kamis (5/8), Tim NTB zero Waste Dinas Lingkungsn Hidup dan Kehutanan provinsi NTB mengunjungi Kebun Bunga Benteng Van Flower di Dusun Benteng Desa Lendang Nangka Utara, Kecamatan Masbagik Kabupaten Lombok Timur.

Kedatangan rombongan diterima langsung oleh owner Kebun Bunga Van Flower, Universitas Hamzanwadi dan Bank Sampah. Pertemuan kali ini adalah mendengarkan rencana bank Sampah Universitas Hamzanwadi yang akan focus mengolah sampah organik untuk dijadikan pupuk kompos. Hal ini sejalan dengan rencana pemerintah untuk melakukan pengembangan dan difersifikasi usaha bank sampah.

Bank Sampah yang ada saat ini diharapkan mampu mengelola sampah dengan metode Kurangi Pilah dan Olah sampah. Sampah non organic diolah menjadi kreasi, sampah organic diolah menjadi pupuk kompos atau yang sejenisnya sehingga hanya residu yang akan dibawa ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Tentunya dengan keberadaan offtaker atau pasar yang jelas ini akan menjadi insentif luar biasa untuk pengembangan dan diversifikasi usaha Bank Sampah.

Faisal, pemilik Kebun Bunga Van Flower siap membantu pihak Bank Sampah Universitas Hamzanwadi mencoba produk kompos yang dihasilkannya sebagai media tanam. Penggunaan pupuk kompos sebagai salah satu media tanam akan mengurangi penggunaan pupuk kimia di tengah masyarakat.“Kami siap menjadi pasar bagi produk kompos yang dihasilkan oleh Bank Sampah yang bekerjasama dengan kami, dan sangat berterima kasih pada Dinas LHK NTB telah berkenan berkunjung dan semoga bukan kunjungan yang terakhir kalinya,” ungkapnya.

Bentuk Kerjasama yang seperti ini dapat diduplikasi oleh para pengusaha bunga lainnya, mengingat bisnis tanaman bunga di NTB sangat potensial. Konsep zero waste yang terjadi, yaitu sampah organik diolah menjadi kompos dan media tanam yang berkualitas, sampah teratasi dan menciptakan sirkular ekonomi. (dsh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *