Kepala Desa Sumbawa Diskusikan Peluang Industri Kehutanan

Ketua FK2D (Forum Komunikasi Kepala Desa) Musykil Hartsah telah berkenan membawa gerbong para kepala desa untuk lebih maju membangun daerah. Basis pembangunan daerah berada di desa atau daya tahan (resilensi) masyarakat sebagian besar di desa. Sehingga kemampuan leadership kepala desa akan menentukan maju mundurnya desa. Rombonga ini sebanyak 8 (delapan) Kepala desa dari Kec. Tarano dan Empang. Kades Gapit Aman Muslimin Kades Ongko Desta de Tha, Pidang, Empang bawa Haksan Abdullaji, empang atas, Lab. Bontong, Tolo’i.

Dua hari rombongan kepala desa dari Kec. Tarano dan Empang diskusi di Dinas Lhk Provinsi Ntb. Hari pertama rombongan diskusi di kami Bidang Pengelolaan Hutan dan bidang persampahan. Diskusi ini untuk saling berbagi pengetahuan pengalaman dan mengkombinasikan keduanya, bagaiman mendorong.tumbuhnya industrialisasi kehutanan. Poin krusial adalah bagaimana pengelolaan hutan itu berdampak pada peningkatan pendapatan masyarakat dan kualitas lingkungan (tutupan lahan). Salah satu titik ungkit yang didorong adalah bagaimana pmerintah menghadirkan pasar komoditi kehutanan. Agar masyarakat yakin ketika menanam dan berinvestasi kehutanan. Inilah hakekatnya #visiIndustrialisasi pada #NTBGEMILANG.

Sebagai salah satu kompomen yang berikhtiar mendorong industrialisasi hadir ditengah masyarakat, saya memfasilitasi agar para kepala desa melihat langsung bagaiman sebuah industri kehutanan bekerja. Para kepala desa diajak berkunjung di panrik kayu lapis PT. Kayu Lima Sejahtera (KLS) di Lombok Tengah. Industri ini menyerap kayu sengon yang ditanam masyarakat di lahan milik selama ini. Aman Muslim kepala Desa Gapit sangat puas dengan kunjungan singkat ini, karena membuka wawsan dan memberi keyakinan bahwa sesungguhnya Kayu Sengon yang ditanam tersebut punya pasar yang jelas.

Kedepan strategi penta helix kerjasama antara industri kehutanan, KPH/Dinas LHK, Pemdes serta Kelompok masyarakat mutlak dilakukan.

Ekspor ke Maroko

Manager pabrik PT. KLS Suady mengatakan bahwa saat ini ditengah pandemi covid-19, masih bisa ekspor kayu lapis dari Lombok ke Maroko sebanyak 100 an kubik atau.sekitar 2 kontainer. Sehingga industri kehutanan ini akan mampu menjawab lesunya ekonomi akibat covid.

Sumber: KabidPengelolaanHutan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *