DISLHK NTB

Website Resmi Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTB

Kegiatan

Supermom Penggerak Pengelolaan Sampah Kota Mataram

Di tengah masalah sampah kota Mataram, muncul para penggerak pengelolaan sampah. Hari ini (Rabu, 16 Juni 2021) Wagub NTB berkenan mengunjungi para pengerak dalam roadshow yang dimulai dari Rumpil Inges yang digagas oleh Ibu Sulis, Lurah Mataram Barat. Rumpil Inges merupakan akronim dari Rumah Pilah Sampah Ingat Sulis. Sulis mendorong warganya agar memilah sampah dari rumah untuk kemudian diangkut dan diolah di Rumpil.

Sampah organik diolah menggunakan metode takakura dan bata berongga. Tiga hari lagi Rumpil Inges sudah bisa memanen kompos takakura perdana setelah diproses selama empat bulan. Selama empat bulan Rumpil Inges berhasil mengomposkan tiga ton sampah organik. Untuk sampah non organik dibagi lagi menjadi jenis botol plastik, kardus/kertas, keresek dan botol kaca.

Sulis menggandeng Ibu-ibu PKK dan kader posyandu untuk mengkampanyekan pilah sampah dari rumah. Ibu-ibu Rumpil Inges sudah bisa memproduksi kerajinan seperti tas dari sashet kemasan. Rumpil Inges bekerjasama dengan berbagai pihak untuk pemasaran produk olahan sampah yang dihasilkan.

Wagub NTB mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh Lurah Mataram Barat. Beliau berharap apa yang ada di Rumpil Inges ini dapat direplikasi di kelurahan lainnya. “Kunci keberhasilan zero waste adalah pilah sampah dari rumah.” Jelas wagub.

Wagub lanjut meninjau pengelolaan sampah organik dengan metode BSF yang digagas Ibu Kepala Lingkungan Karang Sukun Baru. Turut hadir di sana Ibu Wali Kota Mataram yang mendukung penuh kegiatan ini. Lebih dari separuh sampah rumah tangga adalah jenis sampah organik. Mengolahnya dengan BSF bisa menghasilkan magot untuk pakan ternak dan kompos untuk tanaman.

Lokasi terakhir yang dikunjungi adalah Bank Sampah Gelisah yang didirikan oleh Ulfa dengan menggandeng pemuda di kelurahan Banjar. Ulfa membuka kelas bagi siapa saja yang ingin belajar berkreasi dengan bahan baku sampah.

Bank sampah Gelisah mememiliki lima program kerja. Pertama, Sekolah Kreasi Sampah (SKS); kedua, Gelisah Goes To School; ketiga, Gelisah Door to Door; ke empat, khutbah sampah/lingkungan dan terakhir berkurban tanpa plastik. (PPID DLHK NTB)

LEAVE A RESPONSE

Your email address will not be published. Required fields are marked *