DISLHK NTB

Website Resmi Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTB

Kegiatan

Optimalisasi Operasional TPAR Kebon Kongok

Mataram (9/3) – Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTB melakukan rapat koordinasi untuk mengoptimalisasikan operasional TPA Regional Kebon Kongok, Kamis 9 Maret 2023 bertempat di Ruang Kepala Dinas LHK NTB. Pertemuan dipimpin oleh Kepala Bidang Pengelolaan Sampah Firmansyah, S. Hut, M. Si dan dihadiri oleh Kepala TPA regional Kebon Kongok, Kasie Pelayanan Operasional TPA, Dinas LH Kota Mataram, Dinas LH Kabupaten Lombok Barat dan Dinas PUPR Provinsi NTB.

Permasalahan yang tengah dihadapi TPA saat ini adalah menangani lecheate (lind) yang dihasilkan oleh timbunan sampah di TPA. Dalam perencanaannya Lindi yang mampu diolah di IPAL sekitar 60-70 kubik/hari, akan tetapi lindi yang masuk ke IPAL mencapai 140 kubik/hari. Hal ini disebabkan oleh volume sampah tercampur yang masuk ke TPA belum berkurang secara signifikan dan jika tidak bisa diatasi maka permasalahan lindi ini akan masih menimbulkan gejolak di tengah masyarakat desa lingkar TPA.

Kepala TPA Regional Kebon Kongok, Radyus Hindarman mengungkapkan bahwa problem ini dapat diatasi jika pemilahan dimasifekan di Kota Mataram dan Lombok Barat. “ Kami di TPA sudah memiliki metode pengolahan sampah, terutama untuk sampah organik. Seperti TPST BSF di Lingsar dan pemanfaatan sampah taman (daun dan ranting kering) menjadi bahan utama untuk SRF. Jika ini bisa dipenuhi 50% saja, kita bisa menekan volume dan menurunkan standar baku mutu lindi yang dihasilkan”, jelas Radyus.

Di kesempatan yang sama Kepala Seksi Pelayanan Operasional TPA juga menjelaskan bahwa kondisi landfill bisa menampung sampah hingga bulan Juni 2023. “Apapun resikonya, sampah yang masuk TPA harus dipindah ke lokasi landfill yang baru, itulah sebabnya kami meminta kepastian dari Dinas PUPR tentang DED reviltalisasi landfill eksisting dan drainase keliling landfill”, ungkap Gunawan.

Sementara itu Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Mataram menyampaikan bahwa di Kota Mataram tengah berupaya mengurangi volume sampah ke TPA, salah satu upaya yang akan dilakukan adalah pembangunan TPST Sandubaya yang direncanakan mampu menampung sampah hingga 50 ton per hari. “Selain TPST Sandubaya, Kami juga telah membangun Mataram Maggot centre yaitu pusat pengolahan sampah organik Rumah tangga dan sudah mulai berjalan, namun saat ini kami juga kesulitan mendapatkan pakan untuk maggot yaitu sampah rumah tangga, ini adalah tantangan kami yaitu meminta warga untuk memilah sampahnya dari rumah dan juga masih terkendala sarpras”, jelasnya.

Setali tiga uang Dinas Lingkungan Hidup Kota Mataram, Dinas LH kabupaten Lombok Barat juga menghadapi permasalahan yang sama. Beberapa TPST yang saat ini beroperasional mengalami kendala di peralatan. Fasilitas Pengolahan sampah di TPST seperti alat press plastik mengalami kerusakan dan belum dianggarkan untuk biaya operasional perbaikan jelas Wahyu, Kepala bidang Persampahan DLH Lombok Barat.

Dinas PUPR Provinsi sebagai instansi penanggung jawab membangun infrastruktur pengolahan sampah di TPAR menginformasikan bahwa proses pembangunan drainase lindi tengah berproses, begitupun DED revitalisasi landfill eksisting beserta bioreaktornya yang direncanakan dimulai bulan April tahun ini. (ds)

LEAVE A RESPONSE

Your email address will not be published. Required fields are marked *