Mataram (30/5) – Pemerintah Provininsi NTB terus mendorong pengelolaan sampah dengan memaksimalkan bank sampah di NTB. Kolaborasi terus dilakukan untuk menggiatkan kembali bank sampah di tengah tengah masyarakat.
Salah satu kolaborasi yang dilakukan adalah bekerjasama dengan PT. Pegadaian Persero dalam rangka Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan. Dukungan tersebut dilakukan dengan pelaksanaan Konsolidasi Offline Bank Sampah di PT Pegadaian Kanwil VII Denpasar di Hotel Aston Inn, Mataram.
Kegiatan ini sekaligus penandatanganan komitmen bersama antara Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTB, Perwakilan Bank Sampah dan PT. Pegadaian untuk mendorong penerapan ekonomi sirkular berbasih sampah demi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kantor Wilayah VII Denpasar, Supriyanto mengatakan kami hadir membantu program Pemerintah Di sektor lingkungan dengan memberi support kepada bank Sampah agar dapat maksimal melakukan pengelolaan sampah dan memberi edukasi ke masyarakat bahwa sampah jika dikelola dengan baik dapat ditabunng menjadi Emas melalui Mitra bank Sampah Pegadaian.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTB, Julmansyah, S.Hut., M.A.P mengatakan program NTB Zero Waste sejak kehadirannya mendapat kritikan dari publik hingga sekarang. Eropa butuh 50 tahun hingga mampu mengelola sampah dengan baik saat ini. Provinsi NTB dalam RPJMD Di periode sebelumny tidak pernah mengusung pengelolaan sampah sebagai program Pemerintah, sehingga program zero waste ini merupakan akumulasi dari permasalahan sampah sejak dahulu.
Pemerintah Provinsi NTB melalui Dinas LHK hadir memberi dukungan berupa sarana prasarana persampahan, sosialisasi Dan edukasi, mendorong terbentuknya bank Sampah baru, muncul ya kelompok pengelola sampah secara Mandiri Dan sekarang tidak sedikit bank Sampah Yang mampu telah bermitra dengan BUMN atau pihak swasta. Harapan Kami, ini bisa direplikasi untuk kelompok bank Sampah Yang lainnya, sehingga TJSL mampu menjangkau masyarakat lebih Luas Dan manfaat Yang lebih banyak.
“kami sangat mendukung langkah Pegadaian yang mulai berkolaborasi dengan bank sampah. Langkah tersebut diharapkan dapat diikuti instansi dan lembaga lainnya, sebagai dukungan terhadap pengurangan sampah di Pemprov NTB” Tungkas Julmansyah.

Sedangkan Wakil Ketua Forum Sahabat Emas Peduli Sampah Indonesia (Forsepsi) Syaifudin Zuhri mengaku Forsepsi hadir menghimpun Seluruh bank sampah Se-Indonesia untuk bekerjasama dan berkonsolidasi Membangun jejaring Yang kuat agar lebih banyak bank Sampah Yang mampu menebar manfaat. Terdapat hampir 200 bank Sampah Pegadaian tersebar di Indonesia. Harapannya semakin banyak bank Sampah Yang bisa diajak bermitra, makin banyak masyarakat Yang mendapat manfaat Dan permasalahan sampah bisa teratasi.
“Melihat kondisi bank sampah yang tadinya mati suri dan bisa bergerak kembali dengan adanya support semua pihak. Saat ini kami fokus edukasi karena kami melihat semua fokus pada penanganan. Sementara mereka perlu edukasi tentang pengolahanannya,” Tandasnya. (bn/ds)




