Ibu Eliza, inisiatif menanam berbuah Penghargaan Kalpataru

Ibu Eliza berasal dari Kabupaten Sumbawa Barat. Melihat banyaknya lahan terbuka sekitar areal tambang di daerahnya, membuat beliau mulai tergerak untuk melakukan penghijauan. Ibu Eliza kemudian diminta terlibat dalam program Gerakan Rehabilitasi Hutan dan Lahan (GERHAN) pada Tahun 2005. Kegiatan ini melibatkan masyarakat untuk menghasilkan 100.000 batang bibit setiap tahunnya.

Pada Tahun 2008, Ibu Eliza mulai bekerja sama dengan PT. Amman Mineral Nusa Tenggara melakukan penghijauan di wilayah yang terdampak oleh kegiatan pertambangan. Selain membagikan bibit, beliau juga membagikan pengetahuan dan keahliannya dalam melakukan pembibitan dan penanaman pohon. Kegiatan tersebut, selain berdampak baik bagi lingkungan, juga berdampak baik bagi ekonomi masyarakat. Kegiatan tersebut menjadi rintisan bagi sumber pendapatan keluarganya, anggota kelompok “Hijau Lestari” dan masyarakat sekitar.

Sampai akhirnya, di tahun 2019, beliau menjadi satu dari 10 Tokoh Lingkungan penerima Kalpataru. Beliau mendapatkan Kalpataru untuk kategori Perintis Lingkungan. Ini merupakan penghargaan kesekian kalinya setelah sebelumnya beliau menerima apresisasi berupa Nominator Penghargaan Kalpataru Nasional 2016, Juara II Kategori Penyuluh Kehutanan Swadaya Tingkat Provinsi NTB 2010, Penerima Lencana Wana Lestari 2008 dari Menteri Kehutanan, Penghargaan dari Gubernur Juara I Tingkat Provinsi NTB 2008 pada Lomba Penghijauan dan Konservasi Alam Nasional.

Kalpataru adalah penghargaan tertinggi yang diberikan pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) kepada individu maupun kelompok yang dinilai merintis lingkungan di daerah masing-masing. Penghargaan Kalpataru diberikan sejak 1981 silam yang disampaikan pemerintah kepada individu (perseorangan) ataupun kelompok yang dinilai berjasa dalam melestarikan lingkungan hidup baik dalam merintis, mengabdi, menyelamatkan dan membina dalam rangka pengelolaan lingkungan hidup dan kehutanan.

Pemberian penghargaan Kalpataru ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, membuka peluang bagi berkembangnya inovasi dan kreativitas, serta mendorong prakarsa masyarakat, sebagai bentuk apresiasi dan motivasi kepada individu maupun kelompok yang telah berpartisipasi aktif dalam upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup dan kehutanan.

Penghargaan Kalpataru Tahun 2019 ini diserahkan langsung oleh Wakil Presiden Bapak Jusuf Kalla pada hari Kamis, 11 Juli 2019 bertempat di JCC, Senayan, Jakarta. Dalam penerimaan penghargaan Kalpataru ini, Ibu Eliza didampingi oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTB, Ir. Madani Mukarom, BSc.F setelah sebelumnya diterima oleh Ibu Wakil Gubernur NTB pada tanggal 9 Juli 2019 di Ruang Wakil Gubernur. Selain itu, Kepala Dinas LHK NTB juga mendampingi beliau pada saat acara ramah tamah penerima Kalpataru bersama dengan Dirjen Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan Kementerian LHK RI.

Dalam penjelasannya, Kadis LHK NTB menyampaikan bahwa Ibu Eliza menjadi satu dari sedikit warga masyarakat yang harus menjadi contoh dan teladan serta inspirasi bagi semua pihak. “Hal ini menjadi bukti, bahwa dengan keinginan yang kuat, ikhtiar yang terus menerus, NTB akan Asri dan Lestari ke depannya”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *