BKPH Maria Donggomasa Adakan Pelatihan Diversifikasi HHBK di Wawo

Dalam rangka penguatan kapasitas dan ketrampilan KTH (Kelompok Tani Hutan) Oi Rida Kecamatan Wawo, Kabupaten Bima, NTB, BKPH (Balai Kesatuan Pengelolaan Hutan) Maria Donggomasa mengadakan pelatihan Diversifikasi Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) selama 2 hari berturut-turut mulai 17 – 18 September 2020 di Aula Kantor Camat setempat.

Diversifikasi adalah usaha menganekaragamkan suatu produk untuk memperoleh keuntungan yang maksimal. Tentu dalam rangka mendapatkan keuntungan yang dimaksud, perlu dilakukan pelatihan-pelatihan, baik manajemen Produksi dan Pemasaran, Strategi Branding dan Pengemasan serta memaksimalkan turunan produk menjadi produk siap saji atau siap konsumsi dan atau siap pakai.

Beberapa produk HHBK yang menjadi target peningkatan value kali ini adalah Madu Alam, yang ada diareal HKM (Hutan Kawasan Masyarakat) kelompok KTH ‘Oi Rida’ – Wawo.

Kepala BKPH Maria Donggomasa Ahyar, S.Hut, dalam pembukaan kegiatan menyampaikan bahwa Madu liar yang ada di wilayah Wawo cukup melimpah, hanya saja belum diolah secara higienis dan dikemas dengan menarik. “Selama ini warga masyarakat anggota KTH ‘Oi Rida’ masih memprosesnya secara manual tradisional dan dijual dengan botol mineral tanpa label. Sehingga hal ini lah yang kita akan dorong sehingga berlabel, higenis dan dijaminkan kemurniannya. Dengan harapan nilai jual menjadi lebih tinggi”. Ungkapnya disambut tepuk tangan peserta.

Lebih lanjut, Ahyar mengatakan bahwa dalam rangka menyambut event MotorGp Dunia yang akan dilaksanakan di Lombok pada Oktober mendatang, salah satu yang menjadi target para tamu sebagai oleh-oleh adalah Madu. “Madu Pulau Sumbawa cukup dikenal seantero negeri. Tentu jika dikemas dengan menarik dan diolah secara higenis, maka akan Go Internasional. Yang otomatis akan meningkatkan kesejahteraan Pencari madu yang di Wawo ini” Ungkapnya memberi semangat.

Oleh BKPH Maria Donggomasa, Rangga Babuju dihadirkan untuk melatih anggota KTH ‘Oi Rida’ mulai dari cara menyaring madu, mengelola sarang madu hingga bernilai ekonomis dan mengemasnya dengan label dan kemasan menarik seperti madu saset, madu botol unik dan madu sarang.

Dalam materi In Door nya, Rangga Babuju menjelaskan bahwa, Kecamatan Wawo merupakan daerah perlintasan, Wil Bima bagian timur dan Kota Bima serta jalan negara Lintas NTT – Sumbawa – Lombok. “Potensi produk HHBK di Wawo ini cukup besar, mulai dari madu, Kopi, Kemiri, Mete hingga palawija seperti kunyit, jahe, temulawak dan lainya. Tinggal kemauan Kelompok Masyarakat yang difasilitasi oleh pemerintah dalam mengemasnya dengan menarik dan higenis. Soal pasar, di era virtual saat ini tidak ada yang sulit” Ungkapnya.

Kegiatan hari pertama (17/9/20) ini adalah Praktek dan Pelatihan Pengolahan Madu dari Tekhnik Pengambilan sarang hingga pengemasan dan strategi pemasaran. “Kami memang sengaja mengundang Rangga Babuju, karena dari diskusi dengan berbagai pihak, beliau bisa melatih, memotivasi sekaligus kami minta untuk membantu BKPH Maria Donggomasa untuk ikut membina dan mendampingi Anggota Kelompok hingga mereka mandiri” Tutur Yuliati Basri, S.Hut, MM, ketua Panitia Pelatihan kali ini.

Tahun 2021, Output dari kegiatan pelatihan ini adalah hadirnya produk-produk Pangan dari UMKM dan KTH binaan BKPH ‘Maria Donggomasa’ dan BKPH lainnya menuju industrialisasi produk turunannya sebagai pengembangan Produk HHBK di kota, Kab Bima dan Dompu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *