DISLHK NTB

Website Resmi Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTB

Kegiatan

Kolaborasi DLHK NTB dan PLN untuk Selamatkan Lingkungan

Mataram (2/6) Memperingati hari Lingkungan hidup Sedunia tahun 2024, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan menggelar kegiatan Beach Clean Up dipantai Loang Baloq, Kec Sekarbela, Kota Mataram.

Aksi Beach Clean Up ini dilaksanakan berkolaborasi dengan PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra), Lurah Tanjung Karang, Duta Lingkungan NTB, Bank Sampah Gelisah, Komunitas Pecinta Lingkungan dan Masyarakat.

Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk nyata kepedulian perusahaan terhadap lingkungan sekitar dan juga merupakan bagian dari program Employee Voluntering Program (EVP) yang telah dicanangkan oleh perusahaan.

Program Employee Voluntering (EVP) ini sendiri merupakan program yang dibuat oleh perusahaan untuk memberikan ruang gerak kepada pegawai agar dapat melakukan kegiatan – kegiatan sosial ditengah masyarakat.

Senior Manager Keuangan, Anggaran dan Umum PT PLN UIP Nusra Uky Hapsari Kusumaningrum dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan Beach Clean Up ini merupakan aksi yang dilakukan oleh perusahaan dalam memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2024 dan juga merupakan Wujud dari Program Employee Voluntering Program (EVP).

Sementara itu, Kepala Dinas LHK NTB Julmansyah, S.Hut., M.A.P mengucapkan terima kasih kepada PT PLN UIP Nusra yang telah menfasilitasi kegiatan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2024 ini dan berharap sinergi yang baik antara pemerintah dan perusahaan dapat semakin ditingkatkan. 

“Kami terus berkolaborasi dengan PLN, kita mendukung co-firing yang dilakukan oleh PLTU Jeranjang meskipun tidak banyak. Akan tetapi ini sangat berdampak terhadap kontribusi mengurangi sampah dan emisi yang dihasilkan oleh PLTU” Tambah Julmansyah

Krisis iklim akibat peningkatan emisi karbon di bumi merupakan salah satu tantangan paling besar yang dihadapi umat manusia saat ini dan juga di masa depan.

“Lewat Hari Lingkungan Hidup ini kita coba merepleksikan dan kontemplasi bahwa krisis iklim ini sudah terjadi, diproyeksikan ada peningkatan 1 – 1,5 derajat suhu kita. Oleh karena itu mari kita menjaga lingkungan ini sebagai warisan bagi anak cucu” Tutup Julmansyah.(bn)

LEAVE A RESPONSE

Your email address will not be published. Required fields are marked *