DISLHK NTB

Website Resmi Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTB

Kegiatan

Pelatihan 3R dan Budidaya Maggot Dorong Kemandirian Pengelolaan Sampah di Desa Kembang Kuning

Lombok Timur, 6-7 April 2025 — Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Nusa Tenggara Barat menggelar pelatihan pengelolaan sampah berbasis 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dan budidaya Black Soldier Fly (BSF) di Desa Kembang Kuning dan Desa Lendang Nangka, Lombok Timur. Kegiatan ini diikuti oleh anggota Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Teduh Rindang selaku pengelola sampah desa, bersama berbagai elemen masyarakat lainnya, termasuk Karang Taruna, kader PKK, RT/RW, dan warga setempat.

Pelatihan hari pertama yang berlangsung di Sekretariat KSM Teduh Rindang dibuka oleh Dian Sosianti Handayani, Koordinator pengelolaan sampah DLHK Provinsi NTB. Dalam sambutannya, Dian menekankan pentingnya peran kelompok masyarakat dalam menciptakan sistem pengelolaan sampah yang mandiri dan berkelanjutan. Paparan materi disampaikan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Lombok Timur yang menjelaskan bagaimana dana desa dapat dimanfaatkan untuk mendukung pengelolaan sampah, mulai dari pembangunan infrastruktur hingga penguatan kelembagaan berbasis partisipasi warga.

Kondisi darurat TPA Ijo Balit yang hampir mencapai kapasitas maksimal juga disampaikan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lombok Timur. DLH mendorong masyarakat untuk menekan timbulan sampah melalui penerapan prinsip 3R dan budidaya BSF sebagai solusi lokal yang efektif. Sementara itu, CV Istiqomah Jaya selaku mitra swasta menyampaikan potensi ekonomi sirkular dari pengolahan sampah anorganik, termasuk daur ulang plastik dan kertas menjadi produk bernilai ekonomi.

Kepala Desa Kembang Kuning turut menyampaikan komitmen pemerintah desa dalam mendukung inisiatif ini dengan mengalokasikan anggaran sebesar Rp10 juta melalui Karang Taruna untuk mendukung kegiatan pengelolaan sampah dan memperkuat kolaborasi antarpihak.Hari kedua pelatihan dilaksanakan di Bank Sampah Asyuhada, Desa Lendang Nangka, dengan menghadirkan Direktur Bank Sampah Sultan sebagai narasumber utama. Materi yang disampaikan meliputi manajemen kelompok, pengolahan sampah organik, serta pengenalan metode seperti biogas, Takakura, dan budidaya maggot. Ketua Bank Sampah Asyuhada melanjutkan dengan memberikan pelatihan teknis budidaya maggot BSF, mulai dari penetasan hingga pemanenan, serta pemanfaatannya sebagai pakan ternak bernutrisi tinggi yang berpotensi menekan biaya peternakan dan mengurangi limbah organik.

Kegiatan ditutup secara resmi oleh perwakilan DLHK Provinsi NTB. Dalam penutupannya, DLHK menyoroti dua dampak strategis dari pelatihan ini, yaitu penguatan ekonomi sirkular melalui pengelolaan sampah bernilai tambah dan kontribusi terhadap ketahanan pangan melalui pemanfaatan maggot dalam sektor peternakan.

Pelatihan ini diharapkan menjadi tonggak awal terbentuknya sistem pengelolaan sampah mandiri di tingkat desa, dengan dukungan aktif dari masyarakat, pemerintah, dan mitra usaha. Kolaborasi ini menjadi bagian dari langkah besar menuju NTB yang lebih bersih, hijau, dan makmur.

LEAVE A RESPONSE

Your email address will not be published. Required fields are marked *