Dampingi Gubernur NTB Jelajahi Hutan Lamtoro

Kadis LHK NTB, Kang Dani damping Gubernur NTB, Bang Zul bertualang menjelajahi Hutan Tanaman Industri di Desa Pandak Guar, Kabupaten Lotim. Dengan mengendarai sepeda motor Trail nya, Rombongan berkeliling melihat potensi lamtoro yang digunakan sebagai bahan baku pakan ternak, Sabtu, 15 Agustus 2020.

Melihat potensi yang sangat luar biasa, Gubernur meminta kepada pihak pengelola dan masyarakat untuk menjaga potensi hutan ini, demi terjaganya kehijauan alam NTB. Terlebih Provinsi NTB dikenal sebagai provinsi dengan keindahan alamnya. “Dusun Tiboborok, Desa Padak Guar, mantap, keren, cocok menghilangkan stress. Beliau berpesan “ Untuk masyarakat dan petugas agar tetap semangat dalam menjaga hutan kita ini,”

Tidak menyia-nyiakan kesempatan, Gubernur beserta sejumlah kepala OPD yang ikut langsung mengabadikan keindahan alam di Hutan Lamtoro ini. Gubernur juga meminta kepada OPD terkait untuk ikut berperan aktif dalam mengembangkan potensi alam di desa ini. Selain itu, ia juga meminta kepada pengelola agar masyarakat di sekitar dapat diberdayakan sehingga alam yang indah ini dapat sejajar dengan kesejahteraan masyarakat.

“Jangan lupa nanti masyarakat sekitar diberdayakan dan diperhatikan kesejahteraan mereka,” kata Gubernur yang kerap disapa Bang Zul ini.

Pada kesempatan ini, pihak pengelola kawasan dalam hal ini PT. Sadhana Arif Nusa, Kuswanto Setiabudi selaku Pimpinan PT. Sadhana Arif Nusa. Kawasan ini mulai dikembangkan tahun 2015 setelah empat tahun mendapatkan izin pengelolaan yakni tahun 2011. Kini masyarakat setempat dijadikan garda terdepan dalam pengembangan kawasan tersebut.

Pimpinan PT Sadhana Arif Nusa, Kuswanto Setiabudi selaku pengelola menyampaikan ucapan terimakasih kepada Gubernur atas kunjungannya. Kawasan ini dibangun tidak hanya untuk lahan penghijauan, namun juga sebagai hutan lestari.
“Awalnya kita rencanakan untuk membangun hutan energi kayu, bahan bakar untuk open tembakau, namun tahun 2018 kita memutuskan beralih membangun hutan lestari, kita tanam tapi tidak kita panen,” terangnya.

Kuswanto mengaku bahwa ia sedang menyiapkan satu bentuk ekowisata yang menarik untuk wisatawan, namun tidak merusak lingkungan. Ia mengungkapkan, dari 2.000 hektare lahan yang berada di Kecamatan Sambelia itu, ada 650 hektare disediakan untuk 650 mitra petani yang berasal dari masyarakat sekitar. Di area tersebut, masyarakat sebagai mitra masing-masing mengelola lahan seluas satu hektare.

Dalam satu hektare tersebut jelasnya, masyarakat diberikan kambing beserta kandangnya untuk diternakkan. Dalam lahan tersebut ditanam pula lamtoro sebagai pakan. “Ada kandang, ada 30 ekor kambing dan dijual setiap enam bulan sekali, jadi, setahun dua kali,” ungkapnya.

Dengan sistem pemberdayaan seperti ini, Kuswanto berharap masyarakat memiliki mesin ekonomi yang menjadi sumber pendapatan bagi mereka sendiri. Dalam proses pengerjaannya, telah dicoba berbagai jenis tumbuhan, namun yang tahan di kawasan ini adalah ekaliptus dan akasia. Untuk kemitraan dengan masyarakat yang luasnya 650 hektare, PT Sadhana menanam lamtoro, gamal, sonokeling, serta imba.

Pengembangan yang dilakukan oleh perusahaan ini juga didukung oleh pemerintah Provinsi dalam hal ini Dinas LHK Provinsi NTB dan pemerintah Kabupaten Lombok Timur dalam pengembangan lokasi ini.

“Kami disuport juga oleh Pak Bupati, beliau membangunkan kita jalan dan sumur bor, nanti pak gubernur juga membantu kita pada perbaikan genetik kambing boer, kandang, dan air dari atas berupa embung. Takhanya itu, kami juga disuport oleh Dinas LHK NTB dan KPH Rinjani Timur dalam pengelolaan Kelompok Tani Hutan dan penyuluhan serta kegiatan kehutanan lainnya.,” tutur pimpinan PT. Sadhana Arif Nusa.

Di akhir penyampaiannya, ia mengatakan bahwa tujuan dari pemberdayaan ini adalah swasembada daging yang mana ia menargetkan sebanyak 1.000 mitra. Dengan begitu, dalam 6 bulan, masyarakat dapat menghasilkan sebanyak 30.000 ekor kambing siap panen dan pastinya tetap memperhatikan kelestarian alam lingkungan sekitar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *