Lombok Utara (8/12) – Jawab permasalahan Desa Senaru, Dinas LHK NTB manfaatkan Jum’at Salam. Di hari yang penuh berkah Yossy Dwi Erliana M.Psi. Psikolog mendampingi Julmansyah, S.Hut., M.A.P memimpin rombongan Dinas LHK dan BKPH Rinjani Barat menuju Desa Senaru. Disambut hangat Kepala Desa Senaru, rombongan diarahkan menuju Balai Serbaguna Kantor Desa Senaru.
Dalam kesempatan ini, Kepala Desa Senaru, Raden Akria Buana menyampaikan bahwa permasalahan yang dihadapi Desa Senaru dari sulitnya mendapatkan supply air untuk ladang, pengelolaan sampah Desa Senaru dan terkait penanganan Stunting di Desa Senaru.
“Alhamdulillah Pak Kadis penyerahan telur yang selama ini diupayakan Pemprov NTB telah berbuah hasil di Desa kami, walau belum semua teratasi tetapi angka 50% dari 80 anak itu sudah cukup membuat kami berterimakasih atas bantuan dan perhatiannya, kedepannya kami akan lebih memperkuat koordinasi” tambah Raden Akria.
Sementara itu, Kepala Dinas LHK NTB membahas pentingnya pengelolaan sampah berbasis desa agar semakin banyak menarik wisatawan kedepannya.
“Sejak Program Zul-Rohmi, kami banyak menerima laporan terkait timbulan-timbulan sampah yang ada di desa, termasuk Desa Senaru, bahkan banyak wisatawan mengeluh akan kotornya Senaru, dan ini akan menjadi celah yang kontraproduktif untuk Desa Senaru” Jelas Julmansyah.
“Timbulan Sampah yang terlihat merupakan sebuah tanda bahwa Pengelolaan sampah rumahan tidak berjalan, dan kami memiliki solusi yang mudah, murah dan praktis yaitu composter bag” tambah Julmansyah.
Selain itu Julmansyah juga mengarahkan Desa Senaru akan pentingnya Desa untuk membuat Peraturan Desa (PerDes) tentang pengelolaan sampah yang nantinya akan mengarahkan Bungalow. Dan untuk permasalahan mata air Julmansyah akan memerintahkan KPH setempat untuk memetakan mata air beserta kelasnya, untuk dikerjasamakan dengan mitra.
Lebih jauh dalam kesempatan ini Firmansyah, S.Hut., M.Si selaku kepala Bidang PSPPL menyampaikan bahwa “Kami akan bangun pilar-pilar zerowaste yg telah kami bangun di Pemprov NTB dalam 5 tahun belakangan.”
“Soal pengelolaan sampah, kami akan selalu ready untuk mensupport tinggal bagaimana kesiapan beserta komitmen stakeholder desa untuk mengolah sampahnya, Apalagi Desa Senaru ada wacana untuk mengembangkan diri menjadi Desa Wisata, pengelolaan sampah harus ketat agar daerah wisata bersih dan bersih itu akan mengundang banyak wisatawan” Tambah Firmansyah.
Tak lupa dalam kunjungan ini, Dinas LHK NTB menyerahkan 20 buah komposter bag, dan telur untuk stunting sebanyak 20 buah. (rf/rz)

#ntbmajumelaju #jum’atsalam #dlhkntb #minggu6 #senaru




